Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Berkah Ramadhan bagi Mesut Ozil

Written By jieenk on Minggu, 29 Agustus 2010 | Minggu, Agustus 29, 2010

Dalam menggalang kekuatan untuk menghadapi musim depan, Real Madrid sudah mengontrak beberapa pemain. Dan Mesut Ozil, pemain yang ditarik dari klub Werder Bremen merupakan pemain ke-26. Ozil bisa saja menjadi pemain terakhir yang direkrut untuk musim depan.

Maklum, pelatih Jose Mourinho berniat melakukan perampingan jumlah pemain. Sehingga jumlah 26 pemain sudah dinilai cukup.

Terlepas itu semua, Mesut Ozil yang berwarga negara Jerman adalah beragama Islam. Walaupun dibulan Ramadhan ia tak meninggalkan kebiasaanya berdoa dan membaca Al Qur’an. Sesibuk apapun ia selalu berusaha untuk membaca Al Qur’an.

Bahkan ketika akan menghadapi pertandingan Piala Dunia di Afrika Selatan beberapa waktu yang lalu ia selalu membaca ayat-ayat suci agama yang diyakininya itu. Jika sedang membaca Al Qur’an, dirinya yang juga keturunan Turki ini menjelaskan bahwa teman-temannya juga sudah maklum untuk memberikan kesempatan buatnya menyelesaikan bacaan dan tidak buru-buru mengajaknya berbincang-bincang.

Sebagai seorang Muslim, Mesut Ozil merasakan bulan Ramadhan saat ini memberikan banyak keberkahan tersendiri, karena dibulan Ramadhan tahun inilah pamornya makin berkibar dipentas sepakbola Eropa. Pemain yang gemar membaca Al Qur’an ini dibayar mahal oleh klub raksasa Spanyol itu.
(Dari Berbagai Sumber)
Minggu, Agustus 29, 2010 | 3 komentar

Thierry Henry Muslim, Hanya Allah yang Tahu!

Banyak yang menganggap rumor Henry pindah memeluk agama Islam hanya isapan jempol belaka, banyak juga yang menilai mantan striker Arsenal ini masih memeluk agamanya lamanya. Tapi bukan untuk menjadi perdebatan, marilah kita kembalikan sendiri pada Henry.

Dari beberapa penelusuran, sebuah laman video sharing gratis, terutama dalam wawancaranya dengan televisi Arab, Al Jazeerra, Henry berbicara banyak mengenai Islam, khususnya para pemain Prancis yang sudah memeluk agama Nabi Muhammad ini.
Dalam wawancaranya tersebut, Henry menyebut naman Anelka, Abidal dan menganggap Islam sebagai agama paling mulia di dunia, tapi tidak diketahui pasti apakah Henry sudah pindah memeluk Islam.

Namun, dari salah satu komentar, disebutkan, dia lancar berbahasa Prancis, dan menyatakan Henry belum pindah Islam, dan masih belum memutuskan apakah dia akan pindah Islam. Yang jelas, kalau kita telusuri lebih jauh lagi, di You Tube, ketika melawan Blackburn Rovers, Henry mendapatkan tendangan penalti, dan usai membobol gawang Blackburn, Henry bersujud mencium tanah sebagai tanda syukur.







Apa yang dilakukan Henry ini, sering dilakukan Sulley Ali Muntari, gelandang Inter Milan yang seringkali mencetak gol bagi I Nerazzurri dan langsung sujud syukur sebagai tanda terima kasih kepada Allah atas talentanya.
(Dari Berbagai Sumber)
Minggu, Agustus 29, 2010 | 2 komentar

Franck Ribery: Islam Sumber Kekuatan Saya

Franck Ribery dikenal sebagai pribadi yang santun, rendah hati, dan rajin melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan pada kondisi apa pun.

Bagi penggemar sepak bola dunia, tentu sudah tak asing dengan nama Franck Ribery, gelandang serang asal Prancis yang kini bermain di klub raksasa Bundesliga (Jerman), Bayern Muenchen.
Begitu juga, dengan mantan pemain terbaik dunia asal Prancis, Zinedine Zidane, Nicholas Anelka (Chelsea/Prancis), Frederik Kanoute (Sevilla/Mali), Khalid Bouhlahrouz (Sevilla), Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan/Swedia), Eric Abidal (Barcelona/Prancis), Kolo Toure (Chelsea), dan Yaya Toure (Barcelona). Mereka adalah pemain sepak bola yang beragama Islam dan menjadi andalan klub maupun negaranya masing-masing.

Berbeda dengan pesepakbola Muslim lainnya, yang lebih dulu memeluk Islam, Franck Ribery justru memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005.
Secara singkat, Ribery mengatakan, dia memilih ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini karena menemukan kedamaian dalam Islam.

Baginya, Islam adalah sumber kekuatan dan keselamatan. "Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam," kata Ribery.

BERDOA

Pesepakbola bermata biru yang memperkuat tim Prancis itu memulai karier sepak bolanya, dengan bergabung dengan tim Boulogne di tanah kelahirannya. Kemudian, ia pindah ke tim Ales, Brest and FC Metz.

Kepindahannya ke Olympique Marseille membawanya ke posisi pertama bintang sepak bola Prancis paling populer pada bulan Agustus, Oktober, dan November 2005. Ribery terpilih untuk memperkuat tim Prancis pada Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang digelar di Jerman.

Pada 2006 itulah, jati diri Ribery yang telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam terkuak dan menjadi pemberitaan di tengah pertandingan pembukaan antara tim Prancis melawan tim Swiss saat acara Piala Dunia 2006.

Ketika itu, Ribery tersorot publik tengah menengadahkan tangan sebelum pertandingan dimulai. Ribery tengah berdoa, seperti yang dilakukan seorang Muslim. Saat itulah, banyak orang terkaget-kaget dengan sikapnya. Namun, berkat kecemerlangannya dalam bermain bola, publik pun tak menghiraukan perilaku dan kebiasaan Ribery.

Namun, rutinitas berdoa sebelum pertandingan itu akhirnya terkuak juga. Dan, Ribery mengaku sebagai penganut Islam. Ia menemukan kedamaian dalam agama Islam dan menjadi spiritnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tak terkecuali saat bermain bola.

Kabar Ribery masuk Islam, menyeruak sejak awal tahun 2006. Kabar itu mula-mula dilansir L'Express. Majalah ini menyebut adanya pemain nasional Prancis yang secara teratur beribadah di masjid di selatan Marseille. Mingguan itu tidak menyebut nama secara eksplisit, namun yang dimaksud adalah Ribery.
Kendati aksi berdoanya di lapangan hijau telah menarik perhatian publik Prancis, Ribery tetap enggan mengemukakan keyakinan barunya itu secara terbuka. Gelandang kanan klub Olympique Marseille ini mengatakan, keimanan barunya adalah perkara pribadi, tak perlu publikasi.

Alhasil, sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut perubahan itu terjadi sejak Ribery bermain bersama klub Galatasaray pada 2005. Ia membantu klub raksasa Turki tersebut memenangi Piala Turki pada tahun 2005. Semasa menetap di Turki, pemain kelahiran Boulogne-sur-Mer, Prancis, 7 April 1983, ini dikabarkan kerap berbaur dan berdiskusi dengan komunitas Muslim di sana.

Ada pula yang menyebut istri Ribery, Wahiba Belhami, yang asli Maroko itu memainkan peran penting terhadap perubahan Ribery. Ribery memang setahun tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Di sana, Ribery berkenalan dengan Wahiba yang kemudian ia peristri. Konon Wahiba berperan besar menuntun Ribery mengenal ajaran Islam. Dari pernikahan tersebut, Wahiba memberinya dua anak, Hizsya dan Shahinez.

Kedua versi itu tak pernah dibantah atau dibenarkan oleh Ribery. Namun, kepada majalah Paris Match, ia mengungkapkan, Islam telah membawanya pada keselamatan.

"Islam juga yang menjadi sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan," ujar Ribery kepada majalah Match tanpa menjelaskan sejak kapan memeluk Islam. Ia menambahkan, "Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Akhirnya, saya menemukan Islam."

Tak pernah tinggalkan shalat

Keimanan dan kepribadian Ribery sebagai seorang Muslim tampaknya tak perlu diragukan. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, bapak dua anak ini tak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai Muslim. Ia senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan dalam kondisi apa pun.
Baginya, shalat merupakan tiang agama yang harus ditegakkan.

Selain rajin melaksanakan shalat, Ribery juga dikenal sebagai pribadi yang santun dan rendah hati. Islam benar-benar telah mengubah perangainya yang keras dan arogan menjadi seorang pribadi yang santun.

Sifat dan akhlaknya ini tak heran membuat kagum rekan-rekannya di timnas Prancis, FC Bayern Muenchen (tempat ia bermain bola saat ini), maupun kerabatnya.

Steve Bradore dari Organisasi Syuhada, yang melayani para mualaf Prancis, telah mengatakan bahwa muslim Prancis merasa bangga sekali dengan Ribery. "Dia adalah sumber kebanggaan kami karena penampilannya yang khas dan kerendahatiannya," kata Steve, seperti dikutip dari situs Islamonline.net.
Saat ini, Ribery membela klub sepak bola Jerman, FC Bayern Muenchen. Di Bayern Muenchen, ia menempati posisi sebagai pemain gelandang. Kontrak Ribery bersama 'FC Hollywood'--julukan Bayern Muenchen--akan berakhir pada 2011.

Ribery termasuk pesepakbola sukses. Di usianya yang baru 26 tahun, dia sudah mengoleksi berbagai gelar. Antara lain, satu gelar Fortis Piala Turki bersama Galatasaray di musim 2004/2005, Piala Intertoto bersama Olympique Marseille di tahun 2005, Piala Liga Jerman bersama Bayern Muenchen di tahun 2007, Piala Jerman dan Bundesliga Jerman di tahun 2008. Selain itu, penghargaan Pemain Terbaik Prancis di tahun 2007 dan 2008, juga pesepak bola Jerman terbaik di tahun 2008.

Franck Ribery yang lahir di Boulogne-sur-Mer, Perancis, 7 April 1983 memiliki tinggi badan 175 cm. Sebelum bermain di FC Bayern Muenchen, Jerman, pemain yang beroperasi sebagai gelandang serang ini berkarir di klub US Boulogne (2001-2002), Olympique Ales (2002-2003), Stade Brestois 29 (2003-2004), FC Metz (2004), Galatasaray (2005), dan Olympique Marseille (2005-2007).

Raja Bavaria

Di lapangan, ia hebat. Dalam kehidupan sosial, ia berkepribadian hangat. Sebagai individu, ia pun rajin salat. Franck Ribery adalah figur kesayangan publik Allianz Arena saat ini. Bayern Munich selalu dihuni pemain berlabel bintang, tapi yang paling menonjol tergantung waktu dan kesempatan. Duet striker Miroslav Klose dan Luca Toni boleh menyita perhatian lewat produktivitas golnya, tapi Ribery amat menonjol dalam hal kreasi permainan di lapangan tengah.

Tidak salah Bayern memecahkan rekor transfernya untuk memboyong pria berusia 26 tahun itu. Faktanya, dalam tujuh bulan sejak bergabung dengan Bayern Muenchen, Ribery sudah berhasil menancapkan pengaruhnya, baik di klubnya maupun Bundesliga. Pemain seharga 26 juta euro makin disenangi orang karena pembawaannya yang menyenangkan dan sikapnya selalu profesional.

Di saat cuaca dingin bulan Februari masih mengakrabi Munich dan ia tengah berkutat dengan cedera kaki, Ribery tidak malas untuk tetap menghangatkan tubuhnya dengan muncul di kamp latihan.
Ia juga tak pernah menolak fans yang menginginkan tanda tangannya ataupun berfoto bersama, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Dan, itu senantiasa ia lakukan dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Mereka mungkin tak pernah melihat seorang pemain, seperti saya yang senang tertawa dan biasa berkelakar," seloroh Ribery. "Saya ini orang yang sederhana dan simpel saja."

Di koridor berbagai fasilitas kamp latihan Bayern, lelaki Prancis ini selalu menyapa orang-orang. "Saya ingin menjadi teman (siapa pun)," ujarnya sambil tersenyum, seperti dikutip AFP. "Dua menit untuk berfoto dan memberi tanda tangan buat fans amatlah penting karena buat mereka hal-hal ini sangat berarti."

Senyum, tawa, dan sikap yang ramah untuk sementara menjadi "andalan" Ribery dalam berkomunikasi dengan penggemarnya, sebelum ia bisa menyempurnakannya dengan bahasa Jerman. Ia masih belum fasih, tapi setiap minggu rajin mengikuti kursus.

Ribery juga merasa bersyukur dirinya telah berhasil dalam kariernya, mengingat di masa kecil ia harus menjalani kehidupan yang sulit bersama keluarganya di daerah Boulogne-sur-Mer.

Namun, ia pun menyadari kesuksesan bukanlah sesuatu yang abadi. Roda nasib dalam kehidupan selalu berputar. "Atas semua yang telah saya alami, saya menyikapinya dengan tenang, tapi saya pun sadar pada semua nasib yang saya miliki."

Yang jelas, Ribery telah menjadi sosok istimewa buat warga Munich. Jangan heran kalau di depan Theatinerkirche, yang ada di pusat kota tersebut, terpampang billboard raksasa bergambarkan Ribery memakai jubah raja, disertai tulisan "Bayern Hat Wieder Einen Konig" alias "Bavaria punya raja lagi". Bavaria adalah julukan lain dari Bayern Muenchen selain FC Hollywood.

Lelaki yang di wajahnya ada bekas luka karena kecelakaan mobil yang dialaminya waktu kecil itu, sudah dianggap sangat penting untuk FC Hollywood. Di sebuah surat kabar, ada sebuah komentar berbunyi: "Bayern Munich tanpa Ribery seperti sekelompok anak-anak tanpa ibu."
Minggu, Agustus 29, 2010 | 0 komentar

Nicolas Anelka : Islam Memberikan Kedamaian dan Ketenangan Hidup

Bagi penggemar sepak bola dunia, terutama pendukung klub Inggris, Chelsea Football Club, tentu tak asing dengan nama Nicolas Anelka. Anelka adalah salah satu striker paling berbahaya apabila berada di depan mulut gawang lawan.

Anelka dikenal sebagai striker yang sangat produktif dalam menciptakan peluang dan menjebloskan si kulit bundar ke gawang lawan. Pada Liga Primer Inggris ( England Primiership League /EPL) 2008-2009 lalu, Nicolas Anelka menjadi pencetak gol terbanyak ( top score ) dengan 22 gol. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan kompatriotnya, Didier Drogba, penyerang Chelsea asal Pantai Gading.

Nicolas Anelka dan Didier Drogba, adalah salah satu duet striker yang sangat ditakuti di liga Inggris. Keduanya dikenal sebagai striker yang haus gol.Anelka termasuk sebagai pesepak bola papan atas dunia. Di klub yang dibelanya saat ini, Chelsea, Anelka menjadi salah satu pemain utama jika tidak sedang dibebat cedera.

Di balik kegarangannya dalam menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan, Nicolas Anelka memiliki sikap yang sangat dingin. Ia sangat jarang tersenyum ketika sudah berada di lapangan. Terkadang, rekan-rekannya sering merasa serbasalah ketika berbicara dengannya. Dirinya sangat fokus pada permainan.
Di lini depan The Blues, Chelsea, Anelka dikenal sebagai pemain yang kalem dalam bersikap, namun garang di depan lawan. Ia juga terbilang pemain yang tenang dan tidak emosional.
Kondisi ini bertolak belakang saat ia masih memperkuat Real Madrid, Liverpool, Manchester City, dan Arsenal. Ketika itu, pria kelahiran Versailles, Prancis, ini dikenal sebagai pria yang suka ngambek dan emosional.

Memeluk Islam

Kini, Anelka di kenal dingin, tidak meledak-ledak, dan tidak suka ngambek lagi sejak bermain di Chelsea. Apa gerangan yang terjadi dengan Anelka? Apa yang menyebabkan dirinya makin bijak dan tenang itu?Dalam wawancara dengan sebuah media di Inggris, ketika ditanyakan tentang sikapnya yang kini dingin dan lebih dewasa itu, Anelka menjawab ringan.

”Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memiliki semangat tinggi. Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajar dari Islam,” tutur Abdul Salam Bilal Anelka, nama Muslimnya.

Sebelumnya, Anelka sempat menyembunyikan identitas keislamannya dari hadapan publik. Bahkan, tak seperti rekannya Franck Ribery, pemain FC Bayern Muenchen, Jerman, asal dari Prancis, yang selalu berdoa ketika pertandingan akan dimulai. Anelka justru diam saja dan benar-benar menyembunyikan identitas Muslimnya.”Bagi saya, agama adalah masalah pribadi, tak perlu diungkapkan ke publik,” terangnya.
Namun belakangan, ketika publik sudah mengetahui identitasnya sebagai pemeluk agama Muhammad SAW, Nicolas Anelka justru makin terlihat arif dan bijaksana.Sejak kapan Anelka memeluk Islam? Ternyata, kepindahannya ke klub asal Turki, Fenerbahce, selepas bermain di Manchester City selama tiga musim, pada tahun 2004 Anelka mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam. Karena itu, pemilik nama lengkap Nicolas Sebastien Anelka ini mengumumkan secara resmi perihal perpindahan dirinya menjadi seorang Muslim.

Dilahirkan di Versailles, Prancis, pada 14 Maret 1979, Anelka menghabiskan masa kecilnya di Trappes, sebuah kota kecil yang berada di pinggiran barat Paris.Sebelum menjadi seorang Muslim, Anelka adalah seorang ateis (tak beragama). Ia juga bukan pemeluk agama Kristen seperti yang diperkirakan oleh sebagian orang. Ia dulunya benar-benar tak memiliki Tuhan.

Namun demikian, di saat dirinya tak beragama itu, Anelka banyak bergaul dan menjalin persahabatan dengan keluarga Muslim. Dan, dari situlah Anelka mulai tertarik dengan Islam. ”Saya menjadi seorang Muslim sejak saya berusia 16 tahun,” curhatnya dalam wawancara dengan majalah Arab, Super Magazine .
Kepada para pembaca majalah FourFourTwo, pemain asal Prancis ini mengungkapkan alasannya mengapa memilih Islam. Islam, kata dia, adalah cara hidup yang cocok dengan dirinya. ”Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama dan hidup saya saat ini. Tapi, ini masalah pribadi dan itu mengapa saya tidak membicarakan hal itu selalu sering. Itu adalah sisi pribadi saya.”

Menganut Islam, diakui striker Chelsea ini banyak membawa perubahan positif dalam hidupnya. Menurutnya, agama Islam menuntunnya untuk tetap bersikap arif. Dan, hal inilah yang melatarbelakangi sikap tenangnya saat berlaga di lapangan.”Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memiliki semangat tinggi,” tuturnya.

”Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajar dari Islam,” tambahnya. Dalam wawancara yang dimuat di Match, majalah terbitan Prancis, Anelka mengungkapkan bahwa Islam adalah sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. ”Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan, akhirnya saya menemukan Islam.”
Di kehidupan pribadi, Anelka menikah dengan seorang perempuan berkebangsaan Belgia, Barbara Tausia, pada 9 Juni 2007 di Marrakesh, Maroko. Pernikahannya dengan wanita yang berprofesi sebagai seorang koreografer ini tidak membuat Anelka memilih meninggalkan keyakinan barunya tersebut. Bahkan, Anelka berencana untuk tinggal di Uni Emirates Arab setelah pensiun nanti. Dan, di sela-sela bermain sepak bola, Anelka kerap bermain tenis dan pernah bermain untuk satu film berjudul ”Le Boulet” sebagai pemain sepak bola bernama Nicolas.

Tetap berpuasa

Sebagai seorang pemain sepak bola profesional dan penganut Islam yang taat, kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan tidak membuat Anelka kesulitan untuk tetap menjalankan aktivitasnya di lapangan hijau. Seperti kebanyakan pemain sepak bola Muslim lainnya di Liga Premier, Anelka berusaha tetap menjalankan ibadah puasa.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah FourFourTwo, peraih Golden Boot Premiership musim kompetisi 2008/2009 ini mengungkapkan bahwa sebagai seorang Muslim yang taat, ia wajib menghormati bulan Ramadhan dengan menjalankan kewajiban puasa.”Sebetulnya puasa bukan suatu hal yang sulit untuk dijalankan. Saya pernah melakukannya beberapa kali. Namun, dalam beberapa kali Ramadhan saya mengalami dua atau tiga cedera. Sehingga, hal itu membuat saya tidak bisa berpuasa.”


Ucapkan Syahadat di Fenerbache

Musim lalu, striker Chelsea Nicolas Anelka menjadi pencetak gol terbanyak Liga Premier. Striker Prancis ini memang berambisi untuk kembali menjadi top skor bersama rekan satu timnya, Didier Drogba.

Sejak menyatakan diri pindah memeluk agama Islam tahun 2004 lalu, Anelka juga menyandang nama Islam, yakni Abdul Salam Bilal Anelka. Diyakini kepindahan Anelka memeluk agama Islam ini ketika dia membela raksasa Turki, Fenerbahce, setelah tiga musim bermain untuk Manchester City, Inggris. Memulai karier di Paris Saint-Germain, namun setelah itu pindah ke Arsenal, Anelka langsung menjadi pemain utama dan meraih gelar pemain muda terbaik versi PFA.

Usai bermain untuk The Gunners , julukan Arsenal, Anelka pindah ke Real Madrid tahun 1999 dengan nilai transfer 22,3 juta pound. Sayangnya ia tak betah dan kembali lagi ke klub lamanya, Paris Saint-Germain, dengan nilai transfer lebih rendah, yakni sebesar 20 juta pound.

Meski sudah nyaman di Paris, Anelka kembali mengincar Liga Premier dan bermain untuk Liverpool pada Januari 2002 dengan status pinjaman. Setelah itu, dia bergabung dengan Manchester City dengan transfer senilai 13 juta pound di awal musim 2002-2003. Setelah merumput selama tiga musim bersama Manchester City, kemudian dia pindah ke Fenerbahce.

Di klub Turki inilah, Anelka diyakini mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah dari Fenerbahce, Anelka kembali Lige Premier Inggris. Di benua biru ini, Anelka bergabung dengan Bolton Wanderers yang memboyongnya dari Fenerbache dengan nilai transfer 7-8 juta pound.Kemudian, pada musim kompetisi 2008/2009, Anelka pindah ke Chelsea dengan nilai transfer 15 juta pound. Ia mulai bergabung dengan The Blues pada Januari 2008 silam, dan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 22 gol. dia/sya/berbagai sumber [republika]

Biodata :
Nama Lengkap : Nicolas Sebastien Anelka
Nama Muslim : Abdul Salam Bilal Anelka
TTL : Versailles, Prancis, 14 Maret 1979
Istri : Barbara Tausia
Klub Saat ini : Chelsea FC
Masuk Islam : 2004
Karier Profesional :
1. Paris Saint-Germain/PSG (Prancis)
2. Arsenal (Inggris)
3. Liverpool (Inggris)
4. Real Madrid (Spanyol)
5. Manchester City (Inggris)
6. Fenerbahce (Turki)
7. Bolton Wonderes (Inggris)
Minggu, Agustus 29, 2010 | 0 komentar

Frederic Kanoute, Muslim Sejati

Dari sekian banyak pemain muslim yang merumput di pentas La Liga (Spanyol), salah satunya adalah striker Mali, Frederic Kanoute. Tidak hanya memeluk agama Islam, namun Kanoute penganut Islam yang taat.

Nama lengkapnya Frederic Oumar Kanoute, lahir di Sainte Foy le Lyon, Rhone, 2 September 1977. Meski lahir di Prancis, namun Kanoute membela timnas Mali di level internasional. Bermain di Sevilla, Kanoute menjadi andalan pelatih Manolo Jimenez bersama striker Brasil Luis Fabiano, bahkan Kanoute pernah meraih gelar Pemain Terbaik Afrika 2007, dan menjadi pemain pertama yang lahir di luar negeri yang pernah meraih gelar ini.

Kanoute mulai menjalani kehidupan sebagai muslim yang taat ketika dia mulai menginjak umur 20-an. Bersama istrinya Fatima, Kanoute dikarunia dua orang anak. Sebagai muslim yang taat, Kanoute pernah menolak mengenakan kaos Sevilla yang sponsornya dari rumah judi 888.com.

Meski akhirnya mau, Kanoute memutuskan untuk menutup sebagian ciri dari rumah judi 888.com tersebut. Menurut Kanoute, berjudi melawan prinsip-prinsip Islam. Pihak klub dan sponsor akhirnya memahami alasan Kanoute ini.

Tahun 2007, Kanoute membayar 700.000 dolar US untuk membeli masjid di Sevilla. Awalnya, komunitas Islam di Spanyol menyewa tempat itu untuk menjalankan sholat, merasa prihatin. Kanoute pun membelinya untuk disumbang kepada umat Islam di Spanyol.


Kanoute oleh komunitas Islam di Sevilla diminta membantu dan akhirnya bangunan itu dibeli Kanoute dan sampai sekarang menjadi tempat sholat komunitas Islam di Sevilla. Yang paling controversial dari Kanoute adalah ketika Israel membombardir Palestina, akhir tahun 2008 hingga awal Januari 2009.

Dalam laga Copa del Rey melawan Deportivo La Coruna, Kanoute usai mencetak gol ke gawang Deportivo, dia mengangkat kaosnya dan menunjukkan kaos hitam bertuliskan Palestina yang ditulis dalam berbagai bahasa.

Sayangnya, akibat aksi ini, Kanoute dikenai kartu kuning karena pesan politik dan didenda 4000 dolar US oleh La Liga. Bulan Ramadhan yang sudah di depan pintu tentu saja juga disambut hangat oleh Kanoute, meski tidak mungkin bagi dirinya untuk menjalankan puasa sebulan penuh, karena dia bermain bola. Namun untuk puasa kali ini, setidaknya dia bisa membukanya, meski nantinya akan bolong-bolong.(net/jpnn)
Minggu, Agustus 29, 2010 | 0 komentar

Eric Abidal

Ramadhan tahun ini sepertinya menjadi halangan bagi bek kiri Barcelona Eric Abidal untuk menjalankan ibadah puasa. Sebagai komitmen terhadap profesionalitasnya sebagai pemain, Abidal tidak berpuasa ketika membela raksasa Katalunya ini.

Lahir 11 Juli 1979 di Lyon, Abidal sebelumnya seorang pemeluk agama Katolik, namun setelah menikah dengan wanita Aljazair, Abidal memeluk agama Islam dengan nama Islam, Eric Bilal Abidal.

Sebenarnya sejak memeluk Islam, Abidal menjadi Muslim yang taat, tidak pernah melupakan sholat, apalagi di Camp Nou, masih ada dua pemain lagi yang beragama Islam, yakni Seydou Keita dan Yaya Toure.

Sama seperti Abidal, baik Keita dan Yaya dikabarkan tidak menjalankan puasa ketika tengah membela El Barca bertanding. Ketiganya mengganti puasa di lain hari, setelah Ramadhan berakhir.

Abidal memulai kariernya profesionalnya bersama AS Monaco, 16 September 2000, dimana dia menuai 22 kali tampil bersama skuad utama Monaco. Setelah itu dia pindah ke Lille OSC, di klub inilah dia bereuni dengan mantan pelatihnya, Claude Puel dan 62 kali membela Lille.

Di akhir tahun 2004, dia kembali ke asalnya dan bergabung dengan Lyonnais, dimana merasih dua gelar Ligue 1 berturut-turut selama dua musim. Selama kariernya di Prancis, dia dikenal sebagai salah satu bek terbaik di Ligue 1.

Di Lyon, dia bermain bersama kiper Gregory Coupet, Francois Clerc, dan Anthony Reveillere dan dua pemain Brasil Cris dan Cacapa.

30 Juni 2007, Abidal pindah ke Barcelona dengan nilai transfer 15 juta euro, setelah menyatakan dirinya tidak akan berlatih jika dia tidak diizinkan pindah ke Barca. Di Camp Nou dia memakai nomor punggung 22, pasalnya nomor 20 yang dia kenakan di Lyon telah diambil Deco, yang kini membela Chelsea.

Sejak itu, Abidal menjadi pemain pilar Barca, presiden Joan Laporta menyatakan kontrak Abidal bernilai 90 juta euro dengan klausal pelepasannya, dan Lyon akan menuai bonus sebesar 500.000 euro jika Barca menuai gelar Liga Champions, untuk empat tahun ke depan. Dan itu terjadi di tahun 2008 setelah mengalahkan Manchester United di Roma.
Minggu, Agustus 29, 2010 | 0 komentar

Kolo Toure, Pesepak Bola Yang Juga Guru Mengaji

Ternyata menjadi pemain sepakbola terkenal dan bergaji mahal tidak membuat Kolo Habib Toure lupa akan tugasnya yang lain sebagai Muslim yaitu berdakwah, mengajarkan murid-muridnya yang beragama Islam di masjid London membaca Al Qur'an.

Bek tengah asal Pantai Gading yang sekarang membela Manchester City ini merupakan seorang pemeluk Islam yang taat, di samping ia juga memiliki kekuatan serta fisik yang tangguh. Karena itu pada bulan Ramadhan ini, ia tetap menjalankan puasa seperti halnya umat Muslim di seluruh dunia.

Sebelum bergabung di Manchester City, klub terkaya di Inggris milik billioner asal Uni Emirat Arab Syaikh Al Mansoor, Kolo Toure merupakan pemain The Gunner Arsenal yang bermarkas di London, saat bermain dengan Arsenal itulah, di waktu senggang dari pekerjaanya ia mengajarkan anak-anak Muslim yang tinggal di dekat masjid London yang memang berdekatan dengan kandang The Gunners Emirates, mambaca Al Qur'an.

Meskipun sekarang telah pindah ke Manchester, Toure tetap tidak melupakan anak-anak asuhnya, dengan mengedarai mobil, di sela-sela kesibukannya bermain membela Manchester City, ia tetap meluangkan waktu untuk membagi ilmunya, mengajarkan mereka membaca Al Qur'an. Sebuah kepedulian yang patut di contoh oleh setiap Muslim. (aa/dbs)
Minggu, Agustus 29, 2010 | 1 komentar

Categories