Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Frederic Kanoute, Muslim Sejati

Written By jieenk on Minggu, 29 Agustus 2010 | Minggu, Agustus 29, 2010

Dari sekian banyak pemain muslim yang merumput di pentas La Liga (Spanyol), salah satunya adalah striker Mali, Frederic Kanoute. Tidak hanya memeluk agama Islam, namun Kanoute penganut Islam yang taat.

Nama lengkapnya Frederic Oumar Kanoute, lahir di Sainte Foy le Lyon, Rhone, 2 September 1977. Meski lahir di Prancis, namun Kanoute membela timnas Mali di level internasional. Bermain di Sevilla, Kanoute menjadi andalan pelatih Manolo Jimenez bersama striker Brasil Luis Fabiano, bahkan Kanoute pernah meraih gelar Pemain Terbaik Afrika 2007, dan menjadi pemain pertama yang lahir di luar negeri yang pernah meraih gelar ini.

Kanoute mulai menjalani kehidupan sebagai muslim yang taat ketika dia mulai menginjak umur 20-an. Bersama istrinya Fatima, Kanoute dikarunia dua orang anak. Sebagai muslim yang taat, Kanoute pernah menolak mengenakan kaos Sevilla yang sponsornya dari rumah judi 888.com.

Meski akhirnya mau, Kanoute memutuskan untuk menutup sebagian ciri dari rumah judi 888.com tersebut. Menurut Kanoute, berjudi melawan prinsip-prinsip Islam. Pihak klub dan sponsor akhirnya memahami alasan Kanoute ini.

Tahun 2007, Kanoute membayar 700.000 dolar US untuk membeli masjid di Sevilla. Awalnya, komunitas Islam di Spanyol menyewa tempat itu untuk menjalankan sholat, merasa prihatin. Kanoute pun membelinya untuk disumbang kepada umat Islam di Spanyol.


Kanoute oleh komunitas Islam di Sevilla diminta membantu dan akhirnya bangunan itu dibeli Kanoute dan sampai sekarang menjadi tempat sholat komunitas Islam di Sevilla. Yang paling controversial dari Kanoute adalah ketika Israel membombardir Palestina, akhir tahun 2008 hingga awal Januari 2009.

Dalam laga Copa del Rey melawan Deportivo La Coruna, Kanoute usai mencetak gol ke gawang Deportivo, dia mengangkat kaosnya dan menunjukkan kaos hitam bertuliskan Palestina yang ditulis dalam berbagai bahasa.

Sayangnya, akibat aksi ini, Kanoute dikenai kartu kuning karena pesan politik dan didenda 4000 dolar US oleh La Liga. Bulan Ramadhan yang sudah di depan pintu tentu saja juga disambut hangat oleh Kanoute, meski tidak mungkin bagi dirinya untuk menjalankan puasa sebulan penuh, karena dia bermain bola. Namun untuk puasa kali ini, setidaknya dia bisa membukanya, meski nantinya akan bolong-bolong.(net/jpnn)

0 komentar: